Untukmu, Ibu Pertiwi!
Tim Nasional (Timnas) Indonesia tak melulu tentang Irfan Bachdim, Cristian Gonzales, Firman Utina, Markus Horison, dan Bambang Pamungkas. Masih ada sederet nama yang tak kalah kinclong. Kontribusi mereka tak perlu diragukan. Sukses Indonesia melaju ke babak semifinal tak lepas dari peran mereka. Tak hanya tenaga dan pikiran, darah pun siap mereka berikan untuk Ibu Pertiwi. Siapa mereka?

MUHAMMAD NASUHA
Pemain kelahiran Serang, Tangerang, 15 September 1984 adalah sosok petarung di lini belakang. Tak gentar, meski harus berhadapan dengan pemain-pemain lawan yang lebih jangkung. Dengan postur 169 cm/63 kg, Nasuha bergerak lebih gesit bagai menjangan. Saat melumat Filipina 1-0 di leg pertama semifinal Piala AFF 2010, Nasuha tetap tampil prima meski kepalanya cedera lantaran berbenturan dengan salah seorang pemain lawan. Dengan kepala diperban, Nasuha yang kini memebela Persija Jakarta di pentas DISL (Djarum Indonesia Super League) 2010/2011 terus berjibaku sampai tetes keringat terakhir.

OCTOVIANUS MANIANI
Anak Papua ini memang tak setampan Cristian Gonzales atau Irfan Bachdim. Posturnya pun termasuk mungil untuk ukuran pemain sepak bola. Tapi, tunggu dulu bung! Badan boleh kecil, namun soal pergerakan Okto jagonya. Pemain Sriwijaya FC ini mampu berlari kencang sambil mendribel bola. Sangat susah untuk menghentikannya. Setiap bola ada di kakinya, suporter Indonesia pasti meberi suport seraya memanggil namanya: Okto...Okto...Okto. Okto beberapa kali dibekap cedera. Meski begitu, dia tetap bersemangat setiap kali diminta pelatih untuk turun ke medan perang.

ZULKIFLI SYUKUR
Jika saja tak ada Zulkifli Syukur, bisa jadi Indonesia belum tentu menang atas Filipina. Bagaimana tidak, Zulkifli sukses mementahkan peluang The Azkals lewat tendangan salto James Younghusband pada menit ke-74. Dalam kemelut di kotak penalti itu, kiper Markus Horison mati langkah sehingga tak mampu mengantisipasi bola. Beruntung, Zulkifli yang berada di depan gawang menahan mampu menghalau si kulit bundar. Pemain Arema Indonesia ini memang selalu siaga setiap saat. Tak hanya kokoh dalam bertahan, Zulkifli juga rajin membantu serangan.

HAMKA HAMZAH
Sejatinya, Hamka adalah seorang striker. Tapi, dalam perjananan kariernya, anak Makassar ini malah berperan sebagai bek. Tak kenal kompromi adalah ciri khas mantan pemain Persija dan Persisam yang kini bermain bersama Persipura Jayapura. Selain Bepe, Markus, Eka Rhamdani, dan Maman Abdulrahman, Hamka juga langganan timnas. Entah sudah berapa kali dia membela Indonesia di pentas Internasional. Kini dia kembali dengan satu asa: Juara Piala AFF 2010.

MUHAMMAD NASUHA
Pemain kelahiran Serang, Tangerang, 15 September 1984 adalah sosok petarung di lini belakang. Tak gentar, meski harus berhadapan dengan pemain-pemain lawan yang lebih jangkung. Dengan postur 169 cm/63 kg, Nasuha bergerak lebih gesit bagai menjangan. Saat melumat Filipina 1-0 di leg pertama semifinal Piala AFF 2010, Nasuha tetap tampil prima meski kepalanya cedera lantaran berbenturan dengan salah seorang pemain lawan. Dengan kepala diperban, Nasuha yang kini memebela Persija Jakarta di pentas DISL (Djarum Indonesia Super League) 2010/2011 terus berjibaku sampai tetes keringat terakhir.

OCTOVIANUS MANIANI
Anak Papua ini memang tak setampan Cristian Gonzales atau Irfan Bachdim. Posturnya pun termasuk mungil untuk ukuran pemain sepak bola. Tapi, tunggu dulu bung! Badan boleh kecil, namun soal pergerakan Okto jagonya. Pemain Sriwijaya FC ini mampu berlari kencang sambil mendribel bola. Sangat susah untuk menghentikannya. Setiap bola ada di kakinya, suporter Indonesia pasti meberi suport seraya memanggil namanya: Okto...Okto...Okto. Okto beberapa kali dibekap cedera. Meski begitu, dia tetap bersemangat setiap kali diminta pelatih untuk turun ke medan perang.

ZULKIFLI SYUKUR
Jika saja tak ada Zulkifli Syukur, bisa jadi Indonesia belum tentu menang atas Filipina. Bagaimana tidak, Zulkifli sukses mementahkan peluang The Azkals lewat tendangan salto James Younghusband pada menit ke-74. Dalam kemelut di kotak penalti itu, kiper Markus Horison mati langkah sehingga tak mampu mengantisipasi bola. Beruntung, Zulkifli yang berada di depan gawang menahan mampu menghalau si kulit bundar. Pemain Arema Indonesia ini memang selalu siaga setiap saat. Tak hanya kokoh dalam bertahan, Zulkifli juga rajin membantu serangan.

HAMKA HAMZAH
Sejatinya, Hamka adalah seorang striker. Tapi, dalam perjananan kariernya, anak Makassar ini malah berperan sebagai bek. Tak kenal kompromi adalah ciri khas mantan pemain Persija dan Persisam yang kini bermain bersama Persipura Jayapura. Selain Bepe, Markus, Eka Rhamdani, dan Maman Abdulrahman, Hamka juga langganan timnas. Entah sudah berapa kali dia membela Indonesia di pentas Internasional. Kini dia kembali dengan satu asa: Juara Piala AFF 2010.



0 komentar:
Posting Komentar